CHANGE YOUR LIFE....... “SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH KEADAAN SUATU KAUM SEHINGGA MEREKA MENGUBAH KEADAAN YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI ” (QS. AR RA'DU (13) :11)
Selasa, 27 Februari 2018
Kamis, 22 Februari 2018
Ada Tujuh Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib lagi
Menara
Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan
Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum
terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib
lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?
Memang
tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum
pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum
pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:
1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha
suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia
kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari
kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana
yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan
sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa
Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami“.
Mufassir
Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di
atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai
meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama
Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya,
dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini
akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir
(3/498)]
Hewan
aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya
kiamat Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat
sebelumnya 10 tdalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,“tanda-tanda
kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal,
hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api
yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia“. [HR. Muslim dalam Shohih-nya
(2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183),
dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya
pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi
wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin
Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,
“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang
kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara
seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu
‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang
pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu
Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada
batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke
mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi
wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu
(untuk menenangkannya)“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan
At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin
kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering
kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai
seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan
seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau
kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan
salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,
Dari
Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
bersabda, “Sesungguhnya aku
mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku
diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang“.[HR.Muslim dalam
Shohih-nya (1782)].
4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia
adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta
dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia
saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu
sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat
dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah
bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya,
kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada
seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan
pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang
kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor
onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu
merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-
mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang
telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah
pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar
seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada
Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah,
karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya
letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak
(2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad
(3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh
Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]
5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau
binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka
tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini
memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini
terdapat dalam hadits berikut:
Abu
Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima
hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar
yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu,
dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-
bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan
kepadaku bahwa dia beracun“. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur
Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa
surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab,
“Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan
membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan
manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-
memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu
‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian
beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan
ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya
(4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan
tahqiq Masyhur Hasan Salman]
6. Batu yang Berbicara
Setelah
kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya
adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka
terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita
yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang
masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah
pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan
wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kalian
akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi
di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di
belakangku, maka bunuhlah ia“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya
(2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh
Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda
dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu.
Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara
hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]
7. Semut Memberi Komando
Mungkin
kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan
hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong.
Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara
kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan
pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah
semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai
manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi
segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang
nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung
lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka
sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke
dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,
sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa
Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku
ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku
dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau
ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu
yang saleh“. (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang
lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan
mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan
mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-
sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui
perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk
mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.
Wallahu Ta'ala a'lam.
Langganan:
Postingan (Atom)